Jakarta (Humas MAN 8 Jakarta) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 8 Jakarta Timur kembali menyelenggarakan program habituasi mingguan bertajuk RASBERI (Rabu Sehat Bersih Asri) pada Rabu (5/8). Program strategis ini diimplementasikan sebagai wujud nyata tata kelola pembinaan karakter yang komprehensif, guna menanamkan kedisiplinan, kepedulian lingkungan, serta penerapan pola hidup sehat bagi seluruh peserta didik di lingkungan madrasah.
Pelaksanaan program RASBERI dirancang secara terstruktur dengan segmentasi aktivitas yang disesuaikan berdasarkan jenjang kelas untuk mengoptimalkan pencapaian target pembinaan. Peserta didik kelas X difokuskan pada penguatan literasi digital melalui penayangan video edukatif yang bertujuan memperluas wawasan akademik dan memantik motivasi belajar. Sementara itu, peserta didik kelas XI diarahkan pada pembentukan kepedulian lingkungan melalui kegiatan kebersihan ruang kelas secara kolaboratif guna menciptakan iklim pembelajaran yang asri, nyaman, dan kondusif.
Di sisi lain, peserta didik kelas XII mengimplementasikan penguatan pola hidup sehat melalui kegiatan sarapan gizi bersama. Langkah preventif ini bertujuan untuk membiasakan manajemen nutrisi yang baik sehingga para siswa memiliki kebugaran fisik dan konsentrasi yang optimal dalam menjalani rutinitas akademik tingkat akhir yang padat.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Purbandari Inna, menegaskan bahwa penataan aktivitas pembiasaan dalam program ini secara langsung menunjang efektivitas proses belajar mengajar. “Program RASBERI ini kami sinkronisasikan dengan arah pembinaan kurikulum madrasah. Kesiapan fisik melalui sarapan bergizi, kenyamanan ruang kelas yang bersih, dan penguatan budaya literasi merupakan fondasi utama untuk membangun atmosfer pembelajaran yang kondusif, sehingga daya serap dan konsentrasi siswa terhadap materi pelajaran dapat meningkat secara signifikan,” jelasnya memberikan arahan.
Senada dengan hal tersebut, Guru Bahasa Indonesia MAN 8 Jakarta, Milawati, menyoroti urgensi sesi literasi yang diterapkan pada peserta didik. “Literasi melalui tayangan video edukatif ini adalah langkah strategis untuk mengasah kepekaan kognitif dan kemampuan berpikir kritis siswa. Kami berupaya agar peserta didik tidak sekadar menyerap informasi, tetapi juga mampu mengolah wawasan baru tersebut menjadi narasi dan gagasan yang bermanfaat dalam pengembangan kompetensi berbahasa maupun pembentukan karakter,” tuturnya memberikan tanggapan.
Melalui konsistensi pelaksanaan program habituasi ini, institusi berharap dapat mengubah tindakan-tindakan kecil menjadi kebiasaan positif yang mengakar kuat. Inisiatif strategis kelembagaan seperti RASBERI ini senantiasa berjalan selaras dengan visi besar Kementerian Agama dalam mewujudkan ekosistem pendidikan yang holistik. Madrasah terus didorong untuk tidak hanya berpusat pada pencapaian kognitif, melainkan juga berkomitmen penuh mencetak generasi penerus yang sehat jasmani, tangguh secara mental, peduli terhadap pelestarian lingkungan, serta memiliki keluhuran budi pekerti yang luhur.