JAKARTA (Humas MAN 8 Jakarta) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Dr. H. Adib, M.Ag., memberikan pembinaan dan pengarahan secara langsung kepada seluruh jajaran pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan MAN 8 Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula MAN 8 Jakarta, Jakarta Timur, pada Rabu (1/7).
Kegiatan pembinaan ini mengusung tema penting, yaitu “Transformasi Budaya Kerja: Menegakkan Integritas dan Disiplin ASN Mandiri dalam Mewujudkan Layanan Madrasah yang Berdampak Nyata”. Hadir dalam acara tersebut Kepala MAN 8 Jakarta, Rusmanto, unsur pimpinan, serta seluruh guru dan pegawai tata usaha madrasah.
Dalam arahan dan pembinaannya, Kakanwil DKI Jakarta menekankan bahwa mutu pelayanan sebuah instansi pendidikan sangat bergantung pada komitmen moral yang kokoh dari para pegawainya.
“Mustahil bagi kita untuk menghadirkan pelayanan terbaik dan prima, jika benteng integritas serta kedisiplinan di dalam diri tidak kita jaga dengan kokoh,” ujar Adib di hadapan seluruh peserta pembinaan.
Melihat capaian prestasi yang diraih oleh MAN 8 Jakarta, Adib secara khusus menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. Beliau menyoroti keberhasilan madrasah yang sukses mengantarkan sebanyak 133 siswanya menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) impian pada tahun ini.
“Meningat capaian gemilang MAN 8 Jakarta saat ini, saya tahu ada kerja keras yang optimal di baliknya. Selaku Kakanwil, saya menghaturkan apresiasi tertinggi dan terima kasih yang mendalam atas dedikasi luar biasa ini. Kita harus terus mengantarkan siswa-siswi kita menuju cita-cita di PTN impian mereka,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Adib memaparkan visi besar mengenai masa depan kepemimpinan nasional. Menurutnya, pemimpin-pemimpin baru di masa mendatang diharapkan lahir dari rahim madrasah karena mereka sejak awal telah digembleng melalui pendidikan karakter yang kuat. Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan peran aktif dan pengorbanan besar dari para guru.
“Fajar kepemimpinan masa depan bangsa ini harus lahir dari rahim madrasah, karena di sinilah karakter mereka digembleng secara lahir dan batin. Namun, peradaban besar itu tidak akan tegak tanpa ketulusan tangan para guru yang melahirkan pemimpin-pemimpin berkualitas. Maka dari itu, bapak dan ibu guru harus siap melangkah di jalan mendaki yang terjal. Kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama; madrasah hari ini butuh terobosan dan inovasi pendidikan yang nyata,” tegas Kakanwil DKI.
Beliau juga menambahkan bahwa profesi pendidik memiliki esensi yang jauh lebih dalam daripada sekadar rutinitas mengajar di kelas.
“Mengajar bukanlah sekadar profesi, melainkan tugas suci. Guru menempuh jalan mendaki yang sunyi ini demi satu misi besar: memutus mata rantai belenggu kebodohan dan kemiskinan melalui jalur pendidikan.”
Di akhir sambutannya, Adib berpesan agar para pendidik tidak lelah meningkatkan kapasitas literasi diri demi mengimbangi pesatnya perkembangan zaman yang dihadapi oleh para murid.
“Di era digital ini, guru wajib berdiri di garis paling depan sebagai pembelajar. Kita harus menjadi yang tercepat dalam membaca buku dan menelaah jurnal-jurnal ilmiah, agar cakrawala berpikir kita tidak tertinggal oleh anak-anak didik kita,” pungkasnya.
Merespons arahan tersebut, Kepala MAN 8 Jakarta, Rusmanto, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran serta suntikan motivasi yang diberikan oleh Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta.
“Kami sangat berterima kasih atas pembinaan dan arahan dari Bapak Kakanwil. Momentum ini menjadi komitmen bersama bagi kami di MAN 8 Jakarta untuk memperkuat komitmen integritas dan disiplin pegawai. Data kelulusan 133 siswa ke PTN ini akan kami jadikan pijakan untuk terus berinovasi, dan kami siap menempuh ‘jalan mendaki’ tersebut demi meningkatkan mutu pendidikan di madrasah ini,” ungkap Rusmanto.
Kegiatan pembinaan ini berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama serta diskusi santai mengenai langkah strategis peningkatan mutu pendidikan madrasah di wilayah Jakarta Timur.