Jakarta (Humas MAN 8 Jakarta) — Madrasah Aliyah Negeri 8 Jakarta Timur menyelenggarakan program Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS (LDKO) Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 13 hingga 14 Juni 2026. Penyelenggaraan kegiatan pembinaan ini merupakan langkah strategis institusi dalam mencetak kader-kader pemimpin masa depan yang berintegritas, visioner, dan memiliki kesiapan penuh untuk berkarya serta menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Selama proses pelaksanaan LDKO, para peserta yang merupakan calon pengurus organisasi intra sekolah tersebut menerima pembekalan yang komprehensif. Kurikulum pelatihan difokuskan pada penguatan kapasitas manajerial, penanaman nilai-nilai kedisiplinan, sinergi kerja sama tim, kecakapan komunikasi, hingga pemahaman mendalam mengenai tanggung jawab keorganisasian. Pendekatan holistik dalam LDKO ini didesain agar regenerasi kepemimpinan di lingkungan madrasah berjalan secara sistematis, terukur, dan mampu melahirkan figur teladan bagi civitas akademika maupun masyarakat luas.
Kepala MAN 8 Jakarta, Rusmanto, dalam arahannya memberikan penekanan khusus mengenai esensi kepemimpinan sejati kepada para peserta. Ia menegaskan bahwa pemimpin yang hebat tidak lahir secara instan, melainkan ditempa melalui serangkaian proses, pengalaman, dan komitmen pengabdian. “Kepemimpinan bukan tentang jabatan, melainkan tentang tanggung jawab, keteladanan, dan pengabdian. Melalui LDKO ini, kita siapkan generasi yang siap memimpin dengan hati, bekerja dengan integritas, dan membawa perubahan yang berarti,” tegasnya memberikan pesan pembinaan.
Pelaksanaan kegiatan pembinaan kepemimpinan berkelanjutan ini pada hakikatnya merupakan wujud manifestasi dari komitmen MAN 8 Jakarta dalam mendukung visi besar Kementerian Agama. Melalui optimalisasi program pembentukan karakter seperti LDKO, madrasah terus didorong untuk menjadi rahim pencetak generasi muda moderat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara moral dan siap mengambil peran strategis dalam kemajuan peradaban bangsa.