MAN 8 Jakarta

Perkuat Spiritualitas Nasionalisme, MAN 8 Jakarta Hadiri Zikir Kebangsaan HUT Ke-81 RI

dilihat

Jakarta (Humas MAN 8 Jakarta) — Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 8 Jakarta Timur berpartisipasi aktif dalam menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia melalui kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan. Agenda strategis berskala nasional yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” ini diselenggarakan secara terpusat di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Sabtu (1/8). Keterlibatan institusional ini merupakan wujud nyata komitmen madrasah dalam memperkokoh rasa syukur serta menguatkan semangat persatuan bangsa.

Delegasi kafilah MAN 8 Jakarta dipimpin secara langsung oleh Kepala Madrasah, Rusmanto, didampingi Kepala Urusan Tata Usaha, Saefudin, beserta segenap civitas akademika. Rangkaian kegiatan spiritual ini turut diisi dengan selawat kebangsaan yang dipandu oleh tokoh ulama, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Kehadiran jajaran pimpinan dan keluarga besar madrasah dalam majelis akbar ini menegaskan pentingnya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan semangat nasionalisme dalam menjaga ketahanan moral bangsa.

Menyikapi momentum bersejarah tersebut, Kepala MAN 8 Jakarta, Rusmanto, menyampaikan bahwa keikutsertaan madrasah bukan sekadar partisipasi seremonial, melainkan langkah pembinaan karakter untuk menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan yang berlandaskan spiritualitas. “Keikutsertaan kafilah MAN 8 Jakarta dalam Zikir dan Doa Kebangsaan ini adalah manifestasi dari ikhtiar spiritual kita bersama. Kami berharap momentum ini mampu merefleksikan cita-cita luhur para pendiri bangsa, agar Indonesia senantiasa diberikan keberkahan, kedamaian, dan terus melangkah maju menjadi negara yang berdaulat, adil, serta makmur,” tuturnya memberikan arahan.

Dalam majelis akbar tersebut, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, turut memberikan orasi kebangsaan yang menyoroti penguatan kerukunan dan berbagai capaian strategis kementerian.

“Di tengah dinamika global, kita patut bersyukur bahwa indeks kerukunan umat beragama telah mencapai angka tertinggi sejak negeri ini berdiri, yang sekaligus menjadi fondasi kuat bagi Kementerian Agama untuk terus menyukseskan program prioritas Presiden, mulai dari pendistribusian makan bergizi dan cek kesehatan gratis bagi jutaan siswa dan santri, transformasi pendidikan madrasah berskala internasional, peningkatan tunjangan profesi guru hingga 700 persen, hingga langkah bersejarah pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren; semua pencapaian ini juga terus kita iringi dengan implementasi pelestarian lingkungan melalui program Ekoteologi serta optimalisasi pengelolaan dana filantropi umat, karena pada akhirnya kami meyakini bahwa sebuah bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh kemajuan ekonomi dan teknologi semata, melainkan juga harus ditopang kokoh oleh kekuatan doa, keluhuran akhlak, serta kerukunan sejati antarumat beragama,” urai Menteri Agama Nasaruddin Umar.

Partisipasi berkelanjutan dalam agenda kebangsaan semacam ini senantiasa berjalan selaras dengan visi besar Kementerian Agama. Melalui integrasi antara keilmuan, pembinaan akhlak, dan kecintaan terhadap tanah air, ekosistem pendidikan madrasah terus didorong untuk mencetak generasi penerus yang moderat, berintegritas tinggi, serta senantiasa berkontribusi dalam merawat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bagikan :

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top