Jakarta (Humas MAN 8 Jakarta) — Dua peserta didik Madrasah Aliyah Negeri 8 Jakarta Timur, Raden Raditya dari kelas X-7 dan Assyfa Inaya dari kelas XI-2, secara resmi melaju ke tahap final tingkat nasional dalam ajang KOSSMI Robotik Tahun 2026. Prestasi membanggakan ini diraih setelah keduanya berhasil melewati serangkaian seleksi ketat yang menguji ketajaman logika, kreativitas, serta kemahiran dalam pengembangan teknologi robotika. Keberhasilan ini menempatkan delegasi MAN 8 Jakarta sebagai salah satu kontingen unggulan yang siap bersaing memperebutkan gelar terbaik di tingkat nasional.
Keberhasilan menembus babak final ini merupakan hasil dari proses pendampingan intensif dan latihan berkelanjutan yang dilakukan di lingkungan madrasah. Selama masa persiapan, kedua peserta didik fokus pada penyempurnaan desain teknis serta optimalisasi sistem kendali robot guna menghadapi tantangan yang lebih kompleks di tingkat nasional. Pihak madrasah terus memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun fasilitas, guna memastikan para finalis memiliki kesiapan yang matang dalam merepresentasikan kualitas pendidikan madrasah di bidang sains dan teknologi.
Pembina Robotik MAN 8 Jakarta, Adjie Pamungkas, menyampaikan apresiasi atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para anak didiknya selama masa persiapan hingga babak kualifikasi. Ia menekankan bahwa pencapaian sejauh ini adalah bukti bahwa kerja keras dan ketelitian dalam riset membuahkan hasil yang nyata. “Ananda telah melalui proses latihan yang sangat intensif, mulai dari pengasahan logika pemrograman hingga pemantapan teknis perakitan robot. Besar harapan kami agar di babak final tingkat nasional nanti, semangat juang mereka tetap membara sehingga mampu memberikan performa terbaik, meraih kemenangan, dan membawa pulang piala juara nasional ke pangkuan MAN 8 Jakarta sebagai kado prestasi bagi madrasah kita tercinta,” ungkapnya dengan optimis.
Senada dengan hal tersebut, Kepala MAN 8 Jakarta, Rusmanto, memberikan pesan pembinaan bagi para finalis agar tetap menjaga integritas dan nilai-nilai luhur selama berkompetisi. Ia mengingatkan bahwa prestasi yang diraih harus menjadi sarana untuk meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan. “Kami sangat bangga atas pencapaian ananda Raditya dan Assyfa. Jadikan kompetisi tingkat nasional ini sebagai ajang untuk membuktikan bahwa santri madrasah tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga piawai dalam penguasaan teknologi. Tetaplah rendah hati, junjung tinggi kejujuran dan sportivitas, serta gantungkanlah setiap ikhtiar pada rida Allah. Semoga perjuangan kalian berbuah manis dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas akademika MAN 8 Jakarta,” tuturnya dalam memberikan motivasi.